Implementasi Deep Learning untuk Menanamkan Pendidikan Karakter Islami Siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalpai.v5i2.6141Keywords:
Deep learning, Pendidikan Karakter Islami, Pendidikan Agama Islam, Sekolah Dasar, Karakter Siswa.Abstract
enelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penanaman karakter Islami pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam menanamkan pendidikan karakter Islami serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, pengkodean, penyusunan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam diterapkan melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, reflektif, dan menyenangkan. Penerapannya diwujudkan melalui praktik ibadah, media visual, permainan edukatif, cerita Islami, diskusi, refleksi, serta pembiasaan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter Islami siswa yang tercermin dalam sikap religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, kompetensi guru, program pembiasaan keagamaan, dan sarana pembelajaran. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi dan media sosial, keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya konsistensi perilaku siswa, serta keterbatasan sarana pendukung. Sekolah disarankan memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan mengoptimalkan penerapan deep learning secara berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riska Jaya, Muhammad Muzakki, Abdul Gani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







Karya ini dilisensikan di bawah