EKSISTENSI INSTA-POETRY DALAM PERKEMBANGAN SATRA DAN BUDAYA POPULER DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.36232/frasaunimuda.v7i2.6544Abstract
Perkembangan teknologi digital telah secara radikal mengubah lanskap produksi dan konsumsi masyarakat terhadap karya sastra, terutama pada genre puisi. Selama berabad-abad puisi dipandang sebagai bentuk ekspresi artistik yang padat, simbolik, dan sarat perenungan. Namun, kehadiran Insta-Poetry sebagai napas baru dalam dunia sastra memunculkan kecenderungan puisi dalam bentuk ringkas, literal, dan dikombinasikan dengan visual estetik guna menarik perhatian serta memicu pemaknaan dalam waktu singkat. Melalui perspektif industri budaya oleh Theodor W. Adorno beserta kolaborasinya dengan Max Horkheimer, penelitian ini menyelidiki bagaimana Insta-Poetry khususnya di Indonesia tidak hanya mengubah bentuk dan gaya puisi, tetapi juga cara masyarakat memahami dan memproduksi makna dalam konteks sastra dan budaya populer digital. Melalui karya-karya seperti @rintiksedu, @ruang.pena, dan @nktchi, Insta-Poetry melahirkan sebuah paradigma baru yang sarat kesederhanaan, aksesibilitas, serta keterhubungan. Fenomena ini dilatarbelakangi berbagai faktor teknologis dan sosiokultural, serta memunculkan konsekuensi-konsekuensi terhadap sastra dan budaya Indonesia.

