KOMUNITAS ANIME SEBAGAI RUANG EKSPRESI BUDAYA POP DI LINGKUNGAN MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.36232/frasaunimuda.v7i1.4616Keywords:
Anime; Budaya; Komunitas; PopAbstract
ABSTRAK: Budaya populer Jepang seperti anime dan cosplay telah menjadi fenomena global yang berpengaruh terhadap pola ekspresi dan identitas sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunitas Japan Freak UIN (JFU) berperan sebagai ruang ekspresi budaya populer di lingkungan kampus Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi etnografi mini melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan komunitas. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JFU menjadi ruang negosiasi identitas antara nilai global dan religius melalui aktivitas kreatif dan kolaboratif mahasiswa. Kesimpulan utama menegaskan bahwa komunitas ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga meningkatkan literasi digital dan keterampilan sosial mahasiswa di era globalisasi. KATA KUNCI: Anime; Budaya; Komunitas; Pop ABSTRACT: Japanese popular culture such as anime and cosplay has become a global phenomenon that influences students' patterns of expression and social identity. This study aims to analyze how the Japan Freak UIN (JFU) community functions as a space for expressing popular culture in an Islamic campus environment. This research uses a qualitative approach with a mini-ethnographic study design through participant observation, in-depth interviews, and documentation of community activities. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model with triangulation of sources and methods to ensure the validity of the results. The results of the study indicate that JFU has become a space for negotiating identity between global and religious values through creative and collaborative student activities. The main conclusion confirms that this community not only strengthens social solidarity but also improves students' digital literacy and social skills in the era of globalization. KEYWORDS: Anime; Culture; Community; PopDownloads
Published
2026-03-01
How to Cite
Rika Maulia, Ramadan, A. F., Perawati, Rabella Azzahra, & Arif Saefudin. (2026). KOMUNITAS ANIME SEBAGAI RUANG EKSPRESI BUDAYA POP DI LINGKUNGAN MAHASISWA. FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(1). https://doi.org/10.36232/frasaunimuda.v7i1.4616
Issue
Section
Articles


