Pengembangan Modul Ajar Deep Learning Kelas II Materi Pengukuran Berat Benda dengan Model PBL dan Media Interaktif
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v8i3.5883Keywords:
Modul ajar, deep learning, PBL, pengukuran berat bendaAbstract
Implementasi pendekatan deep learning di lapangan masih perlu evaluasi secara berkala. Dari hasil kuesioner kepada tiga guru kelas II, peneliti mendapatkan data bahwa murid memerlukan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan didukung dengan teknologi. Peneliti mengembangkan modul yang menerapkan tiga pilar utama deep learning (mindful, meaningful, dan joyful) terintegrasi dengan model PBL dan media interaktif untuk kelas II materi pengukuran berat benda. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Kualitas modul divalidasi oleh tiga validator dengan karakteristik modul ajar deep learning. Penelitian ini melibatkan 29 murid kelas II sekolah dasar (cluster random sampling). Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui konversi skala Likert dan perbandingan hasil pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memperoleh skor rata-rata 3,66 (dari rentang 1-4) dengan kategori sangat baik. Sebagian besar murid mengalami peningkatan hasil belajar dengan persentase ketuntasan mencapai 89% dan 93%. Dari hasil penelitian, modul ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran matematika materi pengukuran berat benda kelas II sekolah dasar.









