KONSTRUKSI SOSIAL POSISI PEREMPUAN DALAM PENCAK SILAT: PERSPEKTIF PESILAT PEREMPUAN PADA ( PIMDA 241 TAPAK SUCI KABUPATEN SORONG)

Authors

  • Siti Nursyamsia Nabi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Canggi Araliya Aprianti Ode Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Rahmat Hidayat Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.36232/jppadap.v6i1.6374

Keywords:

Konstruksi Sosial, Pesilat Perempuan, Pencak Silat, Tapak Suci, Pemberdayaan Perempuan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif pesilat perempuan terhadap konstruksi sosial posisi perempuan dalam pencak silat di Pimda 241 Tapak Suci Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi perempuan dalam pencak silat terbentuk melalui tiga tahapan konstruksi sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, keterlibatan perempuan dipengaruhi oleh faktor keluarga, lingkungan sosial, keinginan untuk meningkatkan kemampuan bela diri, mengembangkan kedisiplinan, meraih prestasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Tahap objektivasi ditandai dengan semakin diterimanya perempuan dalam organisasi dan masyarakat, yang terlihat dari adanya kesempatan untuk terlibat dalam kepengurusan, kepemimpinan, dan berbagai aktivitas organisasi. Selanjutnya, pada tahap internalisasi, nilai-nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, kepercayaan diri, kesetaraan, serta kemampuan melindungi diri telah menjadi bagian dari identitas pesilat perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai sarana bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan pemberdayaan perempuan. Kehadiran perempuan dalam pencak silat turut menantang stereotip gender serta mendorong terbentuknya realitas sosial yang lebih inklusif dan setara.

References

Aanardianto. (2024, July 31). Tapak Suci Muhammadiyah pelestari budaya luhur bangsa. Muhammadiyah.or.id. Diakses melalui https://muhammadiyah.or.id/2024/07/tapak-suci-muhammadiyah-pelestari-budaya-luhur-bangsa/ tanggal 14 April 2026.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1991). The Social Construction of Reality: A treatise in the sociology of knowledge. Penguin Books.

Berger, P. L., & Luckmann, T. 1966. The Social Construction of Reality. New York: Anchor Books.

Bergmann, C. (2022). Future objectivity requires perspective and forward combinatorial meta-analyses. Frontiers in Psychology, 13, 908311.

Butler, J. 1990. Gender Trouble. New York: Routledge.

Fakih, M. 2013. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kusuma, A. (2021). Perempuan dan pencak silat: Tantangan maskulinitas dalam olahraga bela diri tradisional. Jurnal Kajian Gender, 6 (1), 33–47.

Mulyana, D. (2017). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.

Pratiwi, D. (2022). Partisipasi perempuan dalam olahraga bela diri tradisional sebagai ruang pembentukan identitas. Jurnal Sosiologi Olahraga, 4(2), 55–68.

Ramadhan, P. A. (2021). Motif perempuan menekuni olahraga pencak silat Persaudaraan Setia Hati di Kabupaten Madiun. Paradigma, 10(1).

Rawe, A. S. (2025). Melampaui batas gender: Diskursus kekuatan dan representasi wanita dalam dunia olahraga. Jurnal Edukasi Citra Olahraga, 2, 125–133.

Ritzer, G. (2018). Teori sosiologi modern. Kencana.

Wibowo, A. (2024). Nilai kesetaraan dan spiritualitas dalam organisasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 5(1), 88–102.

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Nursyamsia Nabi, S., Araliya Aprianti Ode, C., & Hidayat, R. (2026). KONSTRUKSI SOSIAL POSISI PEREMPUAN DALAM PENCAK SILAT: PERSPEKTIF PESILAT PEREMPUAN PADA ( PIMDA 241 TAPAK SUCI KABUPATEN SORONG). JURNAL PEMERINTAHAN, POLITIK ANGGARAN DAN ADIMINSTRASI PUBLIK, 6(1), 591–598. https://doi.org/10.36232/jppadap.v6i1.6374

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)