Niat Beli Ulang Makanan Organik pada Generasi Z di Kawasan Perkotaan Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36232/remb.v4i1.4056Keywords:
Generasi Z, kualitas, makanan organik, niat beli ulang, persepsi nilaiAbstract
Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat, terutama di kalangan Generasi Z di kawasan perkotaan Indonesia. Produk makanan organik menjadi pilihan karena dianggap lebih sehat, aman, dan ramah lingkungan, namun niat beli ulang masih menghadapi tantangan seperti harga premium, keterbatasan akses, dan pemahaman konsumen yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat beli ulang makanan organik pada Generasi Z di perkotaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 210 responden Generasi Z yang pernah membeli makanan organik. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas dan persepsi nilai berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli ulang, sementara persepsi keadilan harga berpengaruh positif namun tidak signifikan. Persepsi tanggung jawab sosial konsumen juga berkontribusi meskipun dengan pengaruh yang lebih kecil. Temuan ini menegaskan bahwa Generasi Z lebih menekankan kualitas dan manfaat produk dalam mempertahankan konsistensi pembelian. Penelitian ini penting untuk memberikan dasar strategis bagi produsen dan pemasar dalam mengembangkan strategi komunikasi, meningkatkan transparansi nilai produk, serta memperkuat edukasi konsumen guna mendorong pertumbuhan pasar makanan organik di Indonesia.


