Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v8i1.4555Keywords:
Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar, IPAS, Sekolah Dasar, Kurikulum MerdekaAbstract
Pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka menuntut keterlibatan aktif siswa melalui proses penyelidikan ilmiah, namun praktik pembelajaran di sekolah dasar masih banyak didominasi metode ceramah sehingga kurang memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi dan membangun pengetahuan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Penelitian menggunakan desain quasi experimental tipe one group pretest–posttest yang melibatkan 26 siswa kelas IV sebagai subjek. Instrumen tes hasil belajar telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 68,4 pada pretest menjadi 91,7 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 23,3 poin. Uji paired samples t-test menghasilkan nilai t = 5,943 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui aktivitas penyelidikan terarah. Dengan demikian, model pembelajaran ini layak digunakan sebagai pendekatan pedagogis yang relevan dan sesuai dengan karakteristik integratif IPAS pada Kurikulum Merdeka.









