BIOMEKANIKA POSTUR KERJA TENAGA KESEHATAN: TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KINERJA ORGANISASI
DOI:
https://doi.org/10.36232/unimudasportjurnal.v7i1.5806Keywords:
Biomekanika, Postur Kerja, Musculoskeletal Disorders, Tenaga Kesehatan, Kinerja OrganisasiAbstract
Biomekanika postur kerja merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesehatan kerja, produktivitas, dan kinerja organisasi pada tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan seperti perawat, fisioterapis, dan tenaga medis lainnya memiliki risiko tinggi terhadap gangguan ergonomi akibat aktivitas berulang, manual handling, berdiri dalam waktu lama, serta posisi kerja yang tidak ergonomis saat memberikan pelayanan kepada pasien. Kondisi tersebut dapat menyebabkan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang berdampak pada penurunan performa kerja dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak biomekanika postur kerja terhadap produktivitas tenaga kesehatan dan kinerja organisasi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan menelaah 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis berhubungan signifikan dengan keluhan muskuloskeletal, terutama pada bagian leher, bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Faktor risiko utama yang ditemukan meliputi beban kerja fisik tinggi, gerakan berulang, posisi kerja statis, dan lingkungan kerja yang kurang ergonomis. Selain itu, penerapan intervensi ergonomi seperti edukasi postur kerja, stretching exercise, penggunaan alat bantu, dan penyesuaian workstation terbukti mampu mengurangi risiko MSDs serta meningkatkan produktivitas tenaga kesehatan. Kondisi biomekanika kerja yang buruk juga berdampak pada meningkatnya kelelahan kerja, absensi, dan menurunnya efektivitas pelayanan organisasi kesehatan. Oleh karena itu, penerapan prinsip ergonomi dan evaluasi biomekanika kerja menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan kerja, produktivitas tenaga kesehatan, dan kinerja organisasi pelayanan kesehatan.



