Sejarah Pemikiran Hamka tentang Relasi Kebudayaan dan Sejarah Islam di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikan.v14i2.5716Keywords:
Hamka, kebudayaan, IslamAbstract
Penelitian ini berjudul “Sejarah Pemikiran Hamka: Relasi Kebudayaan dengan Sejarah Islam di Indonesia”. Fokus kajian meliputi tiga hal utama, yaitu: (1) riwayat hidup Hamka, (2) pemikiran Hamka tentang kebudayaan dan Islam, serta (3) pandangan Hamka mengenai relasi kebudayaan dengan perkembangan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup empat tahapan, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan sejarah). Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis dan sosio-intelektual. Analisis penelitian didukung oleh teori sosiologi pengetahuan yang dikemukakan oleh Ibn Khaldun dan Karl Mannheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hamka merupakan tokoh muslim Indonesia yang memiliki peran multidimensional sebagai cendekiawan, sastrawan, ulama, politisi, pendidik, jurnalis, dan sejarawan. (2) Hamka memaknai kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup serta beradaptasi dengan lingkungan, sehingga kebudayaan bersifat dinamis dan berkembang. Sementara itu, Islam dipahami sebagai ajaran yang membimbing manusia untuk bertauhid melalui pengakuan keesaan Allah dan kerasulan Muhammad, serta memberikan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab dalam bingkai keimanan. (3) Hamka berpandangan bahwa kebudayaan dan Islam di Indonesia memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dan menguatkan. Perkembangan kebudayaan tidak terlepas dari nilai-nilai Islam, sementara penyebaran Islam juga dipermudah melalui media budaya lokal yang adaptif.


