Kajian Historis Sejarah Islam di Nusantara dalam Perspektif Ahmad Mansyur Suryanegara serta Urgensinya dalam Pendidikan Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikan.v14i2.5714Keywords:
Sejarah Islam Nusantara, Ahmad Mansyur Suryanegara, Masuknya Islam, Perkembangan Islam, Pendidikan SejarahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali sejarah masuknya Islam di Nusantara yang selama ini sering dipahami secara kurang tepat dalam pembelajaran di sekolah. Sejarah Islam di Nusantara kerap dipandang sebelah mata, padahal memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan peradaban masyarakat Indonesia. Permasalahan muncul karena materi sejarah yang diajarkan cenderung menyederhanakan bahkan mengecilkan peran Islam, khususnya terkait waktu kedatangannya. Dalam buku-buku pelajaran, Islam sering disebut masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M yang ditandai dengan berdirinya Kerajaan Samudera Pasai. Namun, pandangan ini dinilai kurang tepat karena proses berdirinya sebuah kerajaan tentu memerlukan waktu panjang dan tidak terjadi secara instan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa buku Api Sejarah karya Ahmad Mansyur Suryanegara, serta didukung oleh berbagai sumber sekunder yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan content analysis untuk memahami makna dan isi sumber secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ahmad Mansyur Suryanegara, Islam telah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 M, berdasarkan catatan sejarah dari Cina dan sumber lainnya. Proses penyebaran Islam berlangsung melalui jalur perdagangan yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sementara itu, abad ke-13 M lebih tepat dipahami sebagai masa perkembangan Islam yang ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara waktu masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara yang perlu diluruskan dalam pembelajaran sejarah.


