Social Adjusment Mahasiswa Minoritas Bangka Belitung di Institut Tazkia
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikan.v13i1.532Keywords:
adaptasi budaya, dominasi budaya, kelompok minoritas, penyesuaian diri, asimilasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena dominasi budaya kelompok minoritas di lingkungan asrama, dengan fokus pada mahasiswa program Hafidzpreneur di Institut Tazkia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memperkenalkan budaya mereka melalui proses penyesuaian diri yang efektif, yang mempermudah pengenalan aspek-aspek budaya yang belum dikenal oleh masyarakat mayoritas. Proses adaptasi antar budaya tercermin dari kesesuaian gaya komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Kesimpulannya, kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan mayoritas tidak hanya memfasilitasi pengenalan budaya mereka tetapi juga memperkuat proses asimilasi yang berkelanjutan. Kesesuaian pola komunikasi antara pendatang dan masyarakat lokal merupakan kunci dalam proses adaptasi lintas budaya, mendukung integrasi sosial dan budaya yang harmonis. Disarankan agar program serupa diimplementasikan lebih luas untuk memperkuat adaptasi dan integrasi budaya di berbagai institusi pendidikan.


