Pengembangan Instrumen Pengukuran Scientific Literacy Skills Siswa SMP dan Analisis Validitasnya Menggunakan Rasch Model: Pilot Study

Authors

  • Rahmadani Witi Amalia Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Muhammad Luthfi Hidayat Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikan.v14i1.2049

Keywords:

instrument pengukuran, literasi sains , model rasch

Abstract

Rendahnya tingkat Scientific Literacy Skills (SLS) siswa di Indonesia menjadi tantangan dalam pembelajaran biologi, khususnya dalam mengaitkan konsep ilmiah dengan kehidupan nyata dan pengambilan keputusan berbasis sains. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan SLS adalah melalui pembelajaran biologi luar kelas berbantuan teknologi, seperti mobile plant tagging, yang memanfaatkan keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Namun, pengukuran SLS yang akurat dan objektif masih menghadapi kendala pada ketersediaan instrumen yang valid dan reliabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas instrumen pengukuran SLS siswa SMP dalam konteks pembelajaran tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pilot study yang melibatkan 93 siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sukoharjo. Instrumen berupa angket skala Likert lima poin dianalisis menggunakan model Rasch dengan bantuan perangkat lunak WINSTEPS versi 5.2.3. Hasil menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi (Person Reliability = 0.93; Cronbach’s Alpha = 0.94) dan dapat membedakan tingkat kemampuan SLS siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan efektif digunakan dalam evaluasi pembelajaran biologi kontekstual berbasis teknologi, serta berkontribusi terhadap pengembangan asesmen pendidikan sains yang lebih bermakna.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Rahmadani Witi Amalia, & Muhammad Luthfi Hidayat. (2026). Pengembangan Instrumen Pengukuran Scientific Literacy Skills Siswa SMP dan Analisis Validitasnya Menggunakan Rasch Model: Pilot Study . Jurnal Pendidikan, 14(1), 134–142. https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikan.v14i1.2049