EKSTRAKSI SILIKA DARI AMPAS SAGU (Metroxylon sago) MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL
DOI:
https://doi.org/10.36232/jurnalagitasi.v1i1.5151Abstract
Ampas sagu merupakan limbah pengolahan sagu yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ampas sagu sebagai sumber silika ramah lingkungan melalui metode sol-gel dengan menganalisis pengaruh kondisi operasi ekstraksi terhadap yield silika yang dihasilkan. Ampas sagu yang digunakan berasal dari Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Proses diawali dengan tahapan pre-treatment meliputi pengeringan pada suhu 250°C selama 2 jam, pengarangan pada suhu 300°C selama 2 jam, dan pengabuan pada suhu 700°C selama 4 jam untuk menghasilkan abu silika dalam bentuk amorf. Ekstraksi silika dilakukan menggunakan larutan NaOH dengan variasi suhu ekstraksi 85°C dan 110°C, waktu ekstraksi 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi NaOH 5% dan 10%, serta putaran pengadukan 600 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada suhu 110°C, konsentrasi NaOH 10%, dan waktu ekstraksi 60 menit, menghasilkan yield silika tertinggi sebesar 89%. Analisis menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) menunjukkan keberadaan gugus fungsi khas silika seperti Si–OH pada bilangan gelombang 3390,11 cm⁻¹, Si–O–Si pada 1390,56 cm⁻¹, dan Si–O pada 1041,13 cm⁻¹ yang menandakan keberhasilan pembentukan struktur amorf silika gel.