ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN MODUL AJAR IPA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA: TINJAUAN KOMPETENSI PEDAGOGIK, LITERASI DIGITAL, DAN INTEGRASI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

Authors

  • Hidayatussakinah Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Mivtah Citraningrum Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Ratna Prabawati Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Jaharudin Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Sirojjuddin Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Nurul Alia Ulfa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Istiqomah Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Keywords:

Mahasiswa, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar IPA, Kompetensi Pedagogik, Deep Learning, Literasi Digital

Abstract

ABSTRAK

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut mahasiswa memiliki kemampuan menyusun modul ajar yang tidak hanya memenuhi komponen administrasi pembelajaran, tetapi juga mampu mengintegrasikan kompetensi pedagogik, literasi digital, dan pembelajaran mendalam (deep learning). Namun, dalam praktiknya masih banyak mahasiswa yang mengalami berbagai kendala pada proses penyusunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam menyusun modul ajar IPA berbasis Kurikulum Merdeka ditinjau dari kompetensi pedagogik, literasi digital, dan integrasi pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Sequential Explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen modul ajar. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa terbagi menjadi tiga aspek utama. Pertama, kompetensi pedagogik, yang meliputi kesulitan merumuskan tujuan pembelajaran berdiferensiasi, tantangan mendesain aktivitas pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik, serta keterbatasan dalam mengembangkan asesmen formatif dan sumatif yang relevan. Kedua, literasi digital, yang mencakup keterampilan dalam mencari dan mengevaluasi sumber belajar digital, pemanfaatan aplikasi dan platform digital untuk menghasilkan modul ajar interaktif, serta integrasi media digital secara efektif dalam pembelajaran. Ketiga, integrasi pembelajaran mendalam (deep learning), yang meliputi pemahaman konsep pembelajaran mendalam dalam konteks IPA, kesulitan merancang kegiatan yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta tantangan dalam menyusun soal berbasis Higher Order Thinking Skills(HOTS). Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kompetensi pedagogik, literasi digital, dan implementasi pembelajaran mendalam dalam program pendidikan mahasiswa agar mampu menghasilkan modul ajar IPA yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.

Downloads

Published

2026-08-08

How to Cite

Hidayatussakinah, Citraningrum, M., Prabawati, R., Jaharudin, Sirojjuddin, Ulfa, N. A., & Istiqomah. (2026). ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN MODUL AJAR IPA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA: TINJAUAN KOMPETENSI PEDAGOGIK, LITERASI DIGITAL, DAN INTEGRASI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING). Biolearning Journal, 13(2). Retrieved from https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/biolearningjournal/article/view/6363