Analisis Peran International Labour Organization (ILO) dalam Eksloitasi Buruh Garmen Perempuan dan Anak di Bangladesh 2020-2025

Authors

  • Nur Isabella Orocomna Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Etik Siwati Ningrum Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Nurinaya Nurinaya Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Keywords:

International Labour Organization, Labor Exploitation, Female Garment Workers, Bangladesh, Fast Fashion

Abstract

Studi ini menganalisis peran Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam mengatasi eksploitasi pekerja garmen perempuan dan anak di Bangladesh selama periode 2021-2025. Industri garmen Bangladesh yang berorientasi ekspor menghadapi masalah serius seperti upah rendah, jam kerja berlebihan, diskriminasi gender, pelecehan seksual, dan pekerja anak. Meskipun Bangladesh telah meratifikasi konvensi ILO terkait standar ketenagakerjaan, implementasinya menghadapi hambatan struktural termasuk pengawasan yang lemah, budaya patriarki, dan tekanan ekonomi dari model fesyen cepat global. ILO bertindak sebagai penentu norma, fasilitator dialog sosial, dan pelaksana program operasional seperti Better Work Bangladesh. Studi ini juga menerapkan teori hubungan internasional feminis untuk menganalisis ketidaksetaraan gender dan struktur patriarki yang memperburuk eksploitasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun peran ILO signifikan, peran tersebut dibatasi oleh faktor struktural dan politik domestik, yang membutuhkan komitmen politik, kepatuhan perusahaan, dan perbaikan kelembagaan nasional untuk reformasi yang efektif.

References

Akash/Panos, ‘“Whoever Raises Their Head Suffers the Most” Workers’ Rights in Bangladesh’s Garment Factories’, Human Righ Watch, 2015 <https://www.hrw.org/report/2015/04/22/whoever-raises-their-head-suffers-most/workers-rights-bangladeshs-garment>

Alam, Mohammed Shamsul, ‘Dampak Tren Mode Musiman Mikro Pada Industri Garmen Di Bangladesh’, Scientific Research, 2023 <https://www.scirp.org/journal/paperinformation?paperid=129042>

Amnesty Internasional, ‘Bangladesh: Amnesty International Calls for Immediate Justice for Garment Workers amid Ongoing Repression & State-Sanctioned Crackdowns on Workers’ Rights, Incl. Key Union Leaders, on Intl Workers’ Day’, Amnesty Internasional, 2024 <https://www.business-humanrights.org/en/latest-news/bangladesh-amnesty-international-urges-immediate-justice-for-bangladesh-garment-workers-amid-ongoing-repression-and-state-sanctioned-crackdowns-on-workers-rights/>

Apsari, Ratih Dinda, Sri Yuniati, and Suyani Indriastuti, ‘Penerapan Konvensi ILO Pada Industri Garmen Bangladesh (Studi Kasus: Diskriminasi Pekerja Garmen Perempuan)’, E-Sospol, 9 (2022), 168 <https://doi.org/10.19184/e-sos.v9i3.32842>

Bakhtiar, Isti Fauziah, ‘Implementation of the European Union ’ S Sustainable Textiles Strategy in Mitigating Ecological Impacts and Labour Exploitation’, 2024

Bynum, Georgia, ‘Dampak Fast Fashion Di Bangladesh’, The Borgen Project, 2021 <https://borgenproject.org/fast-fashion-in-bangladesh/>

Fauziah, Mawaddah, ‘Munculnya Eksploitasi Buruh Garmen Dalam Proses Industrialisasi Bangladesh’, 2015, 1–11 <https://www.academia.edu/38820811/Munculnya_Eksploitasi_Buruh_Garmen_Bangladesh>

Hossain, Md. Akram | Mahmud, Kawsar Uddin, ‘Bangladesh’s Ready-Made Garment Industry in the Era of Sustainable Development: A Triple Bottom Line Appraisal | Branża Gotowych Wyrobów Odzieżowych w Bangladeszu w Erze Zrównoważonego Rozwoju: Ocena Potrójnej Linii Wyników (TBL)’, 2025 <https://agris.fao.org/search/en/providers/126089/records/691ddb4249e41686f79329ca>

‘International Labour Organization (ILO)’, Kemlu.Go.Id, 2022 <https://kemlu.go.id/daftar-kerja-sama-multilateral/international-labour-organization-ilo?type=publication>

Lestari, Sindi, ‘Pelaksanaan Fungsi International Labour Organization (Ilo) Sebagai Organisasi Internasional Dalam Menangani Masalah Ketenagakerjaan Akibat Covid-19 Di Indonesia’, 3 (2023), 125–31

Mondal, Md. Saheb Ali, Mohammad Main Uddin, and Nazma Akter, ‘The Textile Industry in Bangladesh: Growth Trends, Challenges, and Future Prospects’, Global Disclosure of Economics and Business, 13 (2025), 73–86 <https://doi.org/10.18034/gdeb.v13i2.789>

Nurinaya, Karmila Sinen, Tri Handayani, Indigenous Papuan Women Under Patriarchal Socio-Political Systems: Marginalization In International Relations And Indigenous Peoples Politics, Journal of Government Science Studies, 2026. Hal 163-173.

Nurinaya, Etik Siswatiningrum, Signifikansi Peran Perempuan Adat Papua Dalam Upaya Iklim Berkelanjutan JOSH: Journal of Sharia, 2025.Hal 21-37.

Putri, Ratih Ananda, . Idris, and Agus Pratiwi, ‘Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Diskriminasi Kesempatan Mendapatkan Upah Bagi Tenaga Kerja Perempuan Di Indonesia’, Jurnal Bina Mulia Hukum, 3 (2019), 259–78 <https://doi.org/10.23920/jbmh.v3n2.20>

Rachma, Fathira, Calista Sahlah Purwanto, and Fanita, ‘EKSPLOITASI BURUH GARMEN DI BANGLADESH OLEH KORPORASI MULTINASIONAL’, 4 (2025), 215–27

Reforms, Bangladesh’s Referendum and, ‘Dinamika Peran Organisasi Perburuhan Internasional ( ILO ) Dalam Mitigasi Eksploitasi Buruh Perempuan Dan Anak Pada Ekosistem Fast Fashion Di Bangladesh Tata Kelola Hukum Dan Road Map Sektor Tenaga Kerja’, 2025

Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, Iryanto Irvan Jaya, ‘Tinjauan Umum Tentang International Labour Organization(ILO)’, 2 (2024), 306–12

Witarka, Mikael, Mohammad Rosyidin, and Satwika Paramasatya, ‘Dibalik Model Kerja Fast Fashion: Pengaruh Inditex Terhadap Eksploitasi Buruh Garmen Di Bangladesh’, Journal of International Relations, 8 (2022), 419–26 <http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jihiWebsite:http://www.fisip.undip.ac.id>

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Orocomna, N. I., Ningrum , E. S., & Nurinaya, N. (2026). Analisis Peran International Labour Organization (ILO) dalam Eksloitasi Buruh Garmen Perempuan dan Anak di Bangladesh 2020-2025. Journal of International Relations, 1(2). Retrieved from https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/JoS/article/view/6560